Tips Browsing Internet yang Aman


Safe Browsing

Sudah amankah cara kita browsing atau berselancar di dunia maya, perlu kita ketahui bersama bahwa 90% lebih cyber crime dilakukan lewat internet. Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa browser yang mereka pakai untuk menjelajah dunia maya itu banyak meninggalkan jejak aktivitas, banyak data yang bisa didapat dari browser untuk mengumpulkan data tentang seseorang, begitu pula dengan situs-situs jejaring sosial, bisa memberikan informasi berbahaya kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, misalnya data telepon, status ga penting seperti “Lagi bete nih di rumah sendiri”, bisa saja  mengundang orang iseng untuk datang ke rumah.

Saat kita mengetahui bahwa secara tidak sengaja kita dapat meninggalkan berbagai jejak, dan juga informasi rahasia di browser dan dunia maya, maka kita juga harus memikirkan bagaimana cara menghapus atau menyamarkan jejak tersebut agar tidak ada orang lain yang mengumpulkan informasi pribadi kita. Mari kita simak beberapa tips berikut agar browsing menjadi semakin lebih aman.

Tips 1 : Hapus History

Tips browsing aman yang  umum digunakan untuk menghilangkan aktivitas browsing adalah menghapus history, cookies, autocomplete pada form, dan apa pun yang terlihat sebagai jejak browsing. Jika sulit melakukannya secara manual, kita dapat menggunakan tool yang dapat melakukannya secara otomatis. Salah satu tool tersebut adalah Ccleaner (http://www.piriform.com/ccleaner). Ccleaner adalah tool gratis untuk membersihkan sistem, termasuk membersihkan cache pada berbagai browser populer, seperti Internet Explorer, Firefox, Google Chrome, Safari dan Opera.

Tips 2 : Private Browsing

Browser pertama yang memiliki fitur ini adalah Safari pada tahun 2005, kemudian setelah itu muncul Google Chrome dengan fitur Incognito, dan Internet Explorer dengan fitur In-Private Browsing, pada Mozilla bisa diakses dengan pilih menu Tools – Start Private Browsing atau tekan shortcut Ctrl + Shift + P. Selama menggunakan mode Private Browsing maka browser tidak akan menyimpan history browsing, search, download, web form, cookies dan file temporary internet pada komputer kita.

Tips 3 : Flush DNS

Walaupun sudah menggunakan private browsing, sebenarnya komputer masih menyimpan informasi jejak browsing kita pada cache DNS. Cache itu dibuat untuk mempercepat akses saat memanggil kembali website tertentu. Kita dapat melihat isi cache tersebut dengan mengetikan perintah ini pada Command Promt (untuk menjalankan Command Prompt, klik tombol Start, klik Run, ketik cmd).

Ipconfig /displaydns

Berdasarkan informasi cache tersebut , seseorang dapat mengetahui URL yang pernah kita akses. Untuk mengaksesnya, cukup ketikkan perintah ini pada Command Prompt :

Ipconfig /flushdns

Tips 4 : Proxy Server

Saat browsing otomatis IP komputer kita bisa dilihat dari pihak lain, untuk menyamarkannya kita bisa menggunakan proxy server. Dengan proxy server maka website yang kita akses hanya akan mendeteksi IP Proxy. Proxy Server bertugas sebagai perantara. Jika kita mengakses website tertentu melalui proxy server, maka setiap halaman akan masuk ke proxy server terlebih dahulu. Namun kekuranga menggunakan proxy server juga ada yaitu kecepatan akses internet menjadi lebih lambat dibandingkan tanpa proxy, karena setiap request dan respons harus melalui proxy server, tapi untuk kasus-kasus tertentu malah bisa lebih cepat apabila proxy server ini sudah menyimpan cache dari halaman yang sudah pernah kita akses.

Tips 5 : Hapus Flash Cookies

Banyak website yang menggunakan cookies untuk menyimpan datanya terutama web-web yang kaya akan user interface, seperti flash, silverlight, ajax dan sejenisnya. Lokasi cookies flash dapat diakses dengan mengetikkan perintah berikut :

%\appdata%\Macromedia\Flash Player\#SharedObjects

Alamat di atas dituliskan pada Windows Explorer. Setelah itu, segera ditampilkan folder flash cookies, untuk menghapusnya delete seluruh folder yang menunjukkan alamat websiet pada flash cookies tersebut.

Tips 6 : Username dan Password

Banyak aplikasi web yang meminta registrasi dan login untuk mengakses fitur tertentu. Dengan melakukan registrasi, umumnya pengguna perlu memasukkan alamat e-mail,menentukan username dan password. Semakin sering alamat e-mail terekspos, semakin besar pula kemungkinan spam berdatangan menuju e-mail tersebut. Oleh karena itu tidak jarang pengguna yang telah “berpengalaman” menjadi langganan spam dan terpaksa berganti-ganti e-mail.

Solusi untuk masalah ini antara lain membuat e-mail khusus untuk menampung “sampah” dan menggunakannya hanya untuk registrasi. Solusi lain adalh menggunakan username/password yang dishare secara bebas sehingga kita tidak perlu melakukan regisrasi. Salah satu website yang menyediakan layanan seperti itu untuk mem-posting username/password yang digunakan untuk login ke berbagai website adalah BugMeNot (http://www.bugmenot.com)

Tips 7 : Jejaring Sosial

Cara paling mudah untuk mengetahui informasi pribadi orang lain adalah lewat situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Foursquare dan sejenisnya. Terkadang beberapa dari kita memasukkan informasi pribadi seperti tanggal lahir, e-mail, nomor telepon, dan alamat rumah, dan bebas terekspos sehingga siapapun bisa melihat. Data-data tersebut dapat disalahgunakan oleh orang lain dan mungkin berpotensi dimanfaatkan oleh orang yang tak dikenal ketimbang oleh teman-teman kita. Informasi status atau lokasi kita dimana terkadang juga bisa menjadi bumerang buat kita sendiri. Sudah terjadi beberapa kasus cybercrime atau tindak kriminal lainnya akibat situs jejaring sosial ini. Solusi untuk hal ini atur privacy setting sehingga informasi tidak sembarangan terekspos, jangan tulis status yang bisa mengundang pihak-pihak yang bisa menyalahgunakan.

Tips 8 : User Anonim

Bila kita aktif di forum diskusi, blog ataupun mailing list, pengguna dapat memberikan kontribusi, misalnya menuliskan komentar dan pertanyaan. Apa yang kita tulis akan menjadi jejak yang tidak mudah dihapus karena kita tidak memiliki kontrol terhadap website/blog tersebut. Jejak tersebut berpotensi terbaca atau ditemukan oleh siapa saja melalui search engine. Solusinya adalah membuat alias atau user anonim untuk menyamarkan identitas asli kita. Namun untuk kasus tertentu misal pada komunitas alumni sekolah atau universitas, tidak layak bila kita menggunakan anonim.

Tips 9 : Membuat Rambu Keamanan

Setiap dari kita harus memahami bahwa internet itu tidak pernah aman dari ancaman cybercrime, sehingga kita perlu meminimalkan resiko atas apa yang mungkin terjadi. Misalnya untuk aktivitas berbelanja online atau e-banking, lakukanlah dengan komputer pribadi, jangan pernah melalui warnet dan juga tidak menyimpan password pada autocomplete ataupun yang menyisakan jejak lainnya. Untuk aktivitas berdiskusi pada forum ataupun mailing list, gunakan e-mail yang tidak menyimpan pesan-pesan penting sehingga andaipun seseorang berhasil membajak email tersebut, tidak ada hal pribadi apapun yang ia temukan.

Tips 10 : Pasang Plug-in / Add On agar Browsing lebih aman

Beberapa browser dilengkapi dengan plugin untuk security misalnya untuk mencegah iklan-iklan popup bermunculan kita bisa menginstall add blocker pada Firefox, atau untuk mengetahui tingkat kepercayaan terhadap suatu website yang akan kita kunjungi kita bisa menginstal plugin WOT pada Firefox.

Source: PC Media Megazine

About paradise Art

Musician, Music Illustrator, Graphic Designer, Video Editor, Cameraman, and maybe Football Player :D. Let's share with me! :)

Posted on January 16, 2012, in science and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comment Please..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: